Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

NASA Patahkan Ramalan Kiamat 2012

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1842380.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Para ilmuwan di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA merilis video baru untuk mengatasi klaim palsu ‘kiamat Maya’. Ramalan ini menyatakan kiamat terjadi 21 Desember mendatang.

Dalam video yang diunggah online itu, kepala Kantor Program Obyek Dekat-Bumi Don Yeomans di NASA/JPL menjelaskan adanya banyak skenario kiamat yang paling sering dikutip.

“Kalender suku Maya tak berakhir pada 21 Desember 2012. Itu hanya akhir siklus dan awal baru kalender mereka,” papar Yeoman, mengenai adanya keyakinan kiamat sesuai peradaban Maya kuno yang tiba-tiba berakhir pada Desember 2012.

Ini sama persis dengan 31 Desember yang digunakan pada kalender masehi di mana tahun baru dimulai pada 1 Januari, lanjutnya. Yeomans juga berusaha meredakan kekhawatiran mengenai penyebab potensial dari kiamat Maya, termasuk Nibiru.

Planet imajiner ini membuat beberapa orang berpikir, planet ini akan berayun dari luar tata surya dan tepat pada waktunya menabrakkan diri pada bumi pada Desember mendatang.

“Planet yang sangat besar ini seharusnya menghantam Bumi, namun jika ini benar, kita sudah bisa melihatnya sejak lama. Jika planet ini tak kasat mata entah bagaimana, kita akan merasakan efek gravitasi planet ini pada planet tetangga. Ribuan astronom yang memindai langit tiap harinya belum melihat ini,” katanya.

Ia juga menambahkan, ada nol persen kemungkinan NASA menutup-nutupi hal ini. “Bisakah Anda membayangkan, ribuan astronom mengamati langit tiap hari dan menjaga rahasia yang sama dari masyarakat selama beberapa tahun?,” katanya.

Untuk jilatan api matahari, Yeomans membenarkan. Menurutnya, ada dua jilatan api matahari besar meletus beberapa waktu lalu dan mengirim semburan radiasi ke ruang angkasa namun jilatan api ini merupakan bagian dari siklus normal 11 tahun matahari.

Radiasi dari jilatan api matahari ini bisa merusak satelit yang mengorbit namun magnetosfer bumi melindungi penduduknya dari ledakan ini dan jilatan api matahari ini tak menimbulkan masalah pada kesehatan.

Kemudian untuk kesejajaran planet, beberapa peramal kiamat yakin planet lain dan matahari akan sejajar dengan Bumi pada Desember dan menyebabkan efek pasang surut yang menghancurkan.(inilah.com)

Meteorit Hantam Atap Rumah

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1841256.jpg
SUPERIOR QUANTUM - atu keluarga asal Norwegia mengaku terkejut mendapati atap kabin rumah yang mereka tinggalkan selama musim dingin hancur akibat hantaman meteorit. Bagaimana?

Rune Thomassen mengaku, ia dan keluarganya saat itu hanya ingin pulang ke rumahnya. Namun saat memasuki rumah, mereka mendapati atap rumahnya berlubang. Kemudian, mereka menemukan dalangnya, sebuah meteorit mengancurkan atap rumah keluarga ini.

Astrofisikawan Knut Jorgen Roed Odegaard dari University of Oslo mengatakan, hanya 14 meteorit ditemukan di Norwegia sejak 1848.

“Obyek yang menghantam kabin rumah ini jatuh sekitar 1 Maret lalu di mana ada laporan beberapa penampakan meteor,” katanya.

Hans Amundsen dari NASA mengatakan seperti dikutip UPI, meteorit ini ‘sangat langka’ karena ‘partikel dari meteorit ini berbeda-beda’.(inilah.com)

Badai Bawah Air Menyeramkan di Bumi

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1837200.jpg
SUPERIOR QUANTUM - NASA baru saja mengungkap gambar dari satelitnya menampilkan ‘badai’ raksasa di bawah air. Putaran massa air selebar 150km ini muncul di pesisir Afrika Selatan.

Badai raksasa ini terjadi pada 26 Desember 2011, dan satelit Terra milik NASA berhasil menemukannya. Kejadian ini tak perlu dikhawatirkan karena hanya ikan yang akan merasakan dampaknya, karena ikan-ikan ini akan terus berputar tanpa henti.

Badai laut yang lebih dikenal dengan Eddy ini biasa terjadi di bawah permukaan laut. Eddy yang berputar melawan arah jam ini muncul dari Agulhas Current yang mengalir di pesisir selatan Afrika dan di sekitar ujung Afrika Selatan.

Agulhas Eddy yang juga dikenal dengan ‘cincin arus’ ini merupakan badai terbesar di dunia yang membawa air asin hangat dari Samudera Hindia ke Atlantik Selatan.(inilah.com)

Tornado Raksasa di Matahari Tertangkap Kamera NASA

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1832461.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Satelit NASA secara mengejutkan menangkap gambar adanya tornado raksasa yang bergerak di permukaan matahari. Menyeramkannya, tornado ini melebihi besar Bumi.

Menurut keterangan NASA, tornado ini bisa menjangkau ratusan ribu kilometer ke luar angkasa. Sementara proses pembentukan tornado di permukaan matahari ini tampak stabil, kecepatan gerak tornado ini mencapai 482.800km/jam.

Fenomena langka yang belum bisa dijelaskan secara penuh oleh para ilmuwan ini direkam Solar Dynamics Observatory (SDO) NASA selama periode 30 jam di awal bulan ini. SDO sedang berada dalam misi lima tahun untuk mengawasi aktivitas matahari.

Tornado ini memiliki suhu 8.000C dan pertama diketahui pada 1996.(inilah.com)

Pernah Lihat Pelangi Luar Angkasa?

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1832458.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Lengkungan di langit ini merupakan ‘pelangi’ bintang yang jelas menjadi perhiasan menakjubkan yang pernah ada. Beruntung, pelangi ini berhasil diabadikan. Seperti apa?

Gambar menakjubkan ini merupakan hasil perburuan fotografer Maurizio Pignotti (44) menggunakan teknik long-exporsure dengan sedikit bantuan subyek brilian yang letaknya jutaan tahun cahaya dari Bumi ini.

Pignotti mengaku tak percaya berhasil mendapat gambar ini setelah sepanjang malam memotret bintang. Pria asal Italia ini mengaku sering memotret pelangi biasa, namun tidak dengan pelangi luar angkasa ini.(inilah.com)

UFO Gegerkan Inggris & Rusia

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1828617.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Cahaya terang misterius menggegerkan Inggris dan Rusia. Tak hanya itu, video UFO ini juga menghebohkan dunia maya. Ingin tahu?

Pengguna YouTube dengan akun Space999dude mengunggah sebuah video ke situs berbagi video YouTube menampilkan cahaya terang ini di langir Thames Estuary dekat London pada 5 Februari lalu. Video bergetar itu diambil dengan kamera pada zoom penuk 40x.

“Saya selalu membawa kamera saya di mobil dan saya rasa orang harus begitu,” katanya seperti dikutip HuffPost.

Video unggahan pengguna ini pun banjir komentar dan banyak yang menduga-duga benda apa sebenarnya itu.

“Ada cahaya horizontal di bawah obyek utama dan itu terlihat seperti air. Menurut saya ini adalah fatamorgana, yang kapal muncul di laut terpisah dari horizon karena suhu udara dan air berbeda. Saya yakin, 98% ini adalah fatamorgana,” kata kepala analis foto dan video Marc Dantonio dari Mutual UFO Network (MUFON).(inilah.com)

Suhu Bumi Mulai Bertambah Dingin

1827802.jpg (600×300)
SUPERIOR QUANTUM - Sebelumnya, banyak yang berdebat mengenai pemanasan global membuat Bumi makin panas. Namun bukti ilmiah menunjukkan suhu planet hunian manusia ini akan menurun.

Sulur api matahari yang muncul beberapa waktu lalu merupakan puncak siklus aktivitas matahari. Namun, ‘siklus 25’ yang akan terjadi pada 11 tahun mendatang merupakan salah satu paling lemah di abad ini.

NASA memperkirakan, sulur matahari ini akan mengalami penurunan. “Jika sulur ini berkurang, suhu global akan turun 0,13C,” kata BMKG Inggris. Penurunan ini mungkin bukan perubahan besar namun aktivitas matahari mendatang akan menurunkan suhu dunia.

“Hasil riset menunjukkan, output matahari saat ini tak akan berdampak besar pada suhu global,” ungkap ilmuwan deteksi perubahan iklim dari BMKG Inggris.(inilah.com)

Telah Ditemukan Planet Baru Pengganti Bumi

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1826113.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Para astronom berhasil menemukan salah satu kandidat planet terbaik yang mampu menampung kehidupan. Planet ini berpotensi besar menggantikan Bumi. Ingin tahu?

Planet berbatu yang juga mengorbit matahari ini berada di dalam ‘zona hunian’ dengan suhu yang cocok untuk air cair bisa muncul di permukaan planet ini. Tak hanya itu, suhu planet ini mendekati Bumi. Demikian seperti dikutip DM.

“Planet baru ini menjadi calon kuat menggantikan Bumi,” kata pemimpin studi Guillem Anglada-Escude.

Planet ini ditemukan menggunakan data dari teleskop European Southern Observatory yang menganalisa gerak bintang.

Planet ini memiliki berat 4,5 kali Bumi dan mengorbit bintang yang disebut GJ 667C yang jaraknya 22 tahun cahaya dari Bumi atau berada di galaksi tetangga. Bagaimana pun, penelitian mendalam masih dibutuhkan untuk memastikannya.(inilah.com)

Warna Sejati Bima Sakti Akhirnya Terkuak

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1822284.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Setelah melakukan banyak penelitian, para astronom Amerika Serikat (AS) akhirnya menemukan warna sejati galaksi Bima Sakti. Ingin tahu?

Jeffrey Newman dari University of Pittsburgh mengaku, karena Bumi berada di dalam Bima Sakti, bukanlah hal mudah menentukan seperti apa tampilan galaksi ini dari luar. Warna merupakan salah satu properti terpenting galaksi yang menjadi obyek penelitian para astronom, kata Newman.

“Warna memberi tahu kita seberapa tua bintang yang ada dalam galaksi dan seberapa sering galaksi membentuk bintang,” paparnya.

Newman dan rekannya menganalisa data dari Sloan Digital Sky Survey dengan informasi hampir jutaan galaksi untuk mencari galaksi dengan berat serupa Bima Sakti.

Saat menemukan galaksi tersebut, akhirnya ahli ini menyatakan, Bima Sakti memiliki warna putih.(inilah.com)

"Terekam" Komet Menghantam Matahari

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1821948.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Untuk pertama kalinya, teknologi membuat NASA mampu mengamati komet. Tak hanya itu, badan antariksa itu berhasil merekam komet yang menghantam matahari.

Tampak dalam rekaman, komet tersebut menguap sembari mendekati matahari pada 5-6 Januari lalu. Menurut NASA, Solar Dynamics Observatory berhasil merekam komet C/2011 N3 mendekati matahari dan terbakar habis dalam 20 kemudian.

Dalam situsnya, NASA menggambarkan peristiwa tersebut sebagai ‘bangkai komet dalam angin matahari’. Seperti diketahui, hampir tiap hari, komet menguap karena matahari namun ini merupakan peristiwa pertama di mana teknologi berhasil merekamnya.

Komet ini memiliki ukuran seukuran pesawat barang dan merupakan bagian keluarga komet Kreutz yang diyakini sebagai sisa komet induk raksasa yang pecah pada 2.500 tahun silam. (inilah.com)

Rusia Bikin Markas Permanen di Bulan

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1821135.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Badan antariksa Rusia, Roscosmos, sedang membahas rencana ini dengan mitranya dari Eropa dan Amerika Serikat (AS). Negara ini ingin membuat markas permanen di Bulan.

“Kami tak ingin manusia hanya bisa menginjakkan kaki di bulan. Kini kita sudah punya cukup pengetahuan, kita tahu disana ada air dan kini kami sedang membicarakan cara memulai penjelajahan ini dengan NASA dan European Space Agency,” kata kepala Roscosmos Vladimir Popovkin.

Pembicaraan ini membawa kembali pada rencana di era Perang Dingin untuk menciptakan markas di bulan yang memang menjadi perhatian ilmuwan Rusia dan AS sejak akhir 1950an seperti dikutip UPI.

Saat ini, Rusia berencana mengeksekusi rencana mengirim dua misi tak berawak ke bulan pada 2020, yakni misi Luna Glob dan Luna Resource.(inilah.com)

Lubang Hitam Bima Sakti Akan Segera Terbangun

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1811794.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Di jantung galaksi kita, Bima Sakti, terdapat lubang hitam raksasa yang sedang tertidur. Namun kini lubang hitam itu terusik awan gas yang akan membangunkannya.

Berkat Very Large Telescope ESO, para astronom menemukan awan kiamat itu. Awan gas seukuran Bumi ini akan menghantam lubang hitam tersebut dengan kecepatan 8 juta km/jam dan membangunkannya dengan sangat kasar.

Dari peristiwa ini, para astronom berharap mendapat pendangan mengenai lubang hitam di jantung Bima Sakti ini melalui penelitian pada ledakan radiasi akibat tabrakan tersebut. Peristiwa ini akan menjadi penelitian pertama saat tabrakan pada lubang hitam ini.

Awalnya, penelitian 20 tahun yang dipimpin Reinhard Genzel dari Max-Planck Institute for Extraterretrial Physicsy ini menemukan obyek unik baru bergerak cepat mendekati lubang hitam tersebut dan diketahui akan menghantam lubang hitam tersebut.(inilah.com)

NASA Akan Selidiki Bola Misterius

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1811737.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Pihak NASA dan European Space Agency menyatakan bahwa mereka akan meneliti bola angkasa misterius yang jatuh di Namibia, Afrika.

Seperti yang dikutip dari Slashdot, pada pertengahan November 2011 sebuah bola angkasa misterius jatuh di wilayah Namibia, sebuah negara yang terletak di atas Afrika Selatan dan bagian barat Botswana dan Zimbabwe.

Pihak berwenang setempat mengatakan bahwa mereka menemukan bola tersebut di bagian utara Windhoek, ibu kota Namibia.

Benda logam misterius itu sendiri berbentuk seukuran bola basket.

Objek tersebut meskipun kecil, namun ledakan yang ditimbulkan dari tumbukannya ke Bumi mampu menciptakan lubang sedalam 33 cm dan lebar 3,8 meter.

Meski para penduduk lokal sudah diperingatkan, namun polisi lokal Deputy Inspector General Vilho Hifindaka sudah meyakinkan mereka bahwa objek tersebut tidak beracun.(inilah.com)

"Benarkah" Bumi Dulu Memiliki Dua Bulan?

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1811191.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Para ilmuwan mengklaim bahwa dulu Bumi pernah memiliki bulan lebih dari satu.

Ilmuwan dari University of Hawaii, Honolulu, mengatakan bahwa mereka menemukan bukti bahwa dulu Bumi memiliki setidaknya dua buah Bulan, yang mengorbit di saat yang bersamaan. Demikian seperti diutip dari RedOrbit.

Klaim ini di dikatakan oleh para ilmuwan setelah mereka menemukan objek Nearth Earth Satelite (NES) di orbit Bumi beberapa tahun lalu. Kemudian para ilmuwan membuat sebuah model bagaimana satelit 'lain' tersebut berinteraksi dengan daya tarik Bumi (gravitasi).

"Setidaknya ada satu satelit alami milik Bumi dengan diameter 1 meter, yang mengorbit Bumi," ujar Mikael Granvik dari UH Honolul.

Granvik mengatakan bahwa objek-objek ini melayang-layang setidaknya selama 10 bulan, dan membuat sekira tiga kali putaran mengelilingi Bumi.

Granvik beserta para koleganya pertama kali menemukan objek misterius tersebut pada tahun 2006. Meski awalnya diperkirakan awalnya merupakan asteroid, namun akhirnya dikatakan bahwa objek tersebut adalah satelit, sama halnya seperti Bulan, namun ukurannya jauh lebih kecil.

Sejak penemuan objek baru tersebut, para ilmuwan langsung mempelajari bagaimana gravitasi Bumi bisa menarik obejk tersebut masuk ke orbit Bumi, selagi mempelajari frekuensi dan durasinya.(inilah.com)

Inilah Planet Alien Cocok Pengganti Bumi

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1808956.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Para ilmuwan telah menguraikan bulan dan planet-planet mana yang paling mungkin untuk bisa menjadi hunian kehidupan extra-terrestrial. Kini mereka mulai memberi peringkat.

Di antara dunia asing yang paling layak huni adalah bulan Saturnus, Titan, dan planet Gliese 581g yang diperkirakan berada pada jarak 20,5 tahun cahaya di rasi bintang Libra. Tim internasional membuat dua sistem peringkat guna menilai probabilitas keberadaan kehidupan asing atau alien.

Para ahli ini menerbitkan hasil risetnya di jurnal Astrobiology dan mereka mengusulkan dua indeks berbeda, yakni Indeks Kesamaan Bumi (ESI) dan Indeks Habitabilitas Planet (PHI).

“Pertanyaan pertama adalah, apakah kondisi seperti Bumi bisa ditemukan di dunia lain. Pasalnya, kita tahu secara empiris, Bumi bisa menampung kehidupan,” kata -penulis Dr Dirk Schulze-Makuch dari Washington State University, Amerika Serikat (AS).

Pertanyaan kedua, apakah kondisi yang ada di exoplanet menunjukkan kemungkinan adanya bentuk kehidupan lain entah itu dikenal manusia atau tidak, lanjutnya.

Seperti namanya, ESI memberi peringkat planet dan bulan berdasarkan seberapa mirip mereka dengan Bumi dan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran, kepadatan dan jarak dari bintang induknya.

PHI melihat pada rangkaian faktor-faktor yang berbeda, termasuk apakah dunia itu memiliki permukaan berbatu atau beku, apakah memiliki atmosfer atau medan magnet. Sistem tersebut juga mempertimbangkan energi yang tersedia untuk tiap organisme.

Baik melalui cahaya bintang induk atau melalui proses yang disebut pasang surut meregangkan di mana interaksi gravitasi dengan obyek lain bisa memanaskan sebuah planet atau bulan internal.

Akhirnya, PHI akan memperhitungkan kadar kimia seperti senyawa organik yang ada di planet itu dan apakah pelarut cair tersedia di planet tersebut untuk terjadinya reaksi kimia penting.

Nilai maksimum untuk Indeks Kesamaan Bumi adalah 1,00 dan bagi Bumi, hal ini tak mengejutkan. Nilai tertinggi di luar tata surya kita dimiliki Gliese 581g di mana eksistensinya diragukan beberapa astronom dan planet ini mendapat nilai 0,89.

Terakhir adalah exoplanet yang mengorbit bintang sama, Gliese 581d, dengan nilai ESI 0,74. Sistem Gliese 581 telah diteliti dengan baik oleh para astronom dan terdiri dari empat atau lima planet yang mengorbit bintang kerdil merah.

Exoplanet berukuran Neptunus, HD 69830 d, yang mengorbit bintang berbeda di rasi bintang Puppis juga mendapat nilai tinggi, yakni 0,60. Planet ini sendiri diduga kuat terletak di Zona Goldilocks di mana merupakan tempat di sekitar bintang induk yang suhu permukaannya tak terlalu panas atau terlalu dingin bagi kehidupan.(inilah.com)

lmuwan Telah Temukan Lubang Hitam Aneh

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1804465.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Ilmuwan menemukan lubang hitam terbesar yang pernah ada di semesta. Menyeramkannya, lubang hitam ini memiliki ukuran 10 miliar lebih besar dari ukuran matahari.

Tim astronom dari University of California, Berkeley, menemukan dua lubang hitam raksasa di gugus galaksi elips yang jaraknya 270 juta cahaya dari Bumi. Untuk skala galaktik seperti dikutip DM, jarak ini terbilang dekat.

“Lubang hitam itu menakutkan dan tak biasa. Kami sebenarnya tak ingin menemukannya,” ungkap astrofisikawan Chung-Pei Ma. Rekor lubang hitam terbesar sebelumnya ‘hanya’ seukuran enam miliar kali matahari di Bima Sakti.

Dalam hasil riset yang diterbitkan di Nature, ilmuwan menyatakan, lubang hitam ini diduga kuat sisa quasar yang muncul di awal terbentuknya semesta. Lubang hitam ini memiliki massa serupa quasar muda dan tersembunyi hingga kini.(inilah.com)

China Menawarkan Jasa Pengiriman Pos Luar Angkasa

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1803543.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Kalau selama ini, pengiriman pos dilakukan di dalam Bumi, kini China menawarkan layanan pengiriman pos dari luar angkasa!

Pos China kini berusaha menambah pendapatan mereka karena semakin menurunnya omzet pos karena adanya internet. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan menawarkan ke pelanggan untuk mengirim pos dari luar angkasa.

"Email pelanggan akan dikirimkan ke komputer di Tiangong-1, pesawat luar angkasa tak berawak milik China yang mengorbit di Bumi, dan akan mengarahkannya khusus ke kantor pos China di Beijing," ungkap perwakilan pihak ruang angkasa China, demikian seperti yang dikutip dari ST.

Email yang sudah dikirimkan tersebut kemudian akan dicetak dan dimasukkan ke dalam amplop dengan tema luar angkasa, plus perangko bertemakan galaksi, serta dikirimkan melalui pos.

Paket yang memakai astronot China pertama yakni Yang Liwei tersebut, bernama 'Space Post Office'. Usaha ini dilakukan pihak pos China demi meningkatkan omset mereka ditengah lesunya pengiriman surat saat ini.(inilah.com)

Telah Ditemukan Planet Mirip Bumi

 http://static.inilah.com/data/berita/foto/1801504.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Seperti yang telah dikutip dari TheHindu, para ilmuwan mengatakan planet eksoplanet tersebut bernama Gliese 581g, berlokasi triliunan kilometer dari Bumi dan mengorbit pada bintang di wilayah sabuk Goldilocks.

Penelitian yang dipublikasikan di Astrophysical Journal, menyatakan bahwa planet itu mungkin menyimpan air di permukaannya.

"Penemuan kami ini menawarkan perumpamaan yang penting untuk kasus planet hunian berpotensi," ujar Steven Vogt, seorang profesor ahli astronomi dan astrofisika dari University of California.

Penemuan itu merupakan hasil kerja keras selama 11 tahun di sekitar bintang kecil Gliese 581, dengan menggunakan spectometer HIRES pada teleskop Keck I, oleh tim dari University of California dengan Carnegie Institution of Washington.

"Ada sekitar dua planet di sekeliling bintang Gliese 581. Sementara planet Gliese 581g memiliki massa sekira empat kali Bumi dan masa orbitnya adalah sekira 37 hari.

Dari massa Gliese 581g, diperkirakan bahwa planet itu memiliki kondisi berbatu, serta gravitasi yang cukup untuk terjadinya atmosfir.

Rahasia Lubang Hitam Terungkap Lagi

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1798054.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Lebih dari 30 tahun, astronom terkenal yang bernama Stephen Hawking bertaruh menyatakan ada lubang hitam di Cygnus X-1. Namun pernyataannya itu memang terbukti salah dan astronom mengatakan, data baru kini memberi nilai massa, putaran dan jarak lubang hitam dari Bumi.

“Informasi baru ini memberi bukti kuat mengenai bagaimana lahirnya, berat dan seberapa cepat perputaran lubang hitam. Ini sangat menarik karena hingga kini tak banyak informasi diketahui mengenai kelahiran lubang hitam,” papar Kepala Studi Mark Reid dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

Cygnus X-1 atau disebut dengan lubang hitam massa luar angkasa ini muncul dari runtuhan bintang raksasa. Lubang hitam ini berada dekat dengan bintang biru tetangganya.

“Sangat menakjubkan memiliki deskripsi penuh obyek seukuran asteroid yang jaraknya ribuan tahun cahaya dari Bumi ini. Kini astronom punya pemahaman yang lebih komplit mengenai lubang hitam,” ungkap astronom Lijun Gou seperti dikutip UPI.(inilah.com)

Ditemukan Dua Gugus Bintang Langka di Bima Sakti

 http://static.inilah.com/data/berita/foto/1790290.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Astronom Eropa berhasil menemukan dua gugus bintang baru berbentuk bola. Menariknya, gugus bintang baru ini ditemukan di dekat pusat galaksi Bima Sakti.

Penemuan gugus bintang baru di galaksi Bima Sakti termasuk kejadian yang sangat jarang terjadi. Terakhir kali gugus bintang baru yang ditemukan di galaksi Bima Sakti terjadi pada 2010.

Menurut European Southern Observatory, hingga kini hanya ada 158 gugu berbentuk bola yang diketahui ada di galaksi ini sebelum adanya temuan baru ini. Gugus baru ini melalui survei VISTA yang secara sistemtis mempelajari bagian pusat Bima Sakti dalam cahaya infra merah.

Karena penyerapan dan cahaya bintang yang memerah akibat debu bintang, obyek-obyek ini hanya bisa terlihat dalam cahaya inframerah. Salah satu gugus baru temuan ini memiliki jarak terdekat dengan pusat Bima Sakti tempat planet hunian manusia berada, kata astronom seperti dikutip UPI.(inilah.com)