Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

"Demam Korea" Melanda Kampus Unas

 http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/16/1539055-mahasiswa-korea-di-unas-620X310.JPG
"Demam Korea" di Indonesia rupanya masih terus berlangsung. Bukan hanya mampu menarik hati masyarakat Indonesia untuk mengikuti penampilannya, bahasa dan budaya lainnya yang dimiliki oleh negeri gingseng itu pun menumbuhkan keinginan mahasiswa atau pelajar Indonesia untuk mempelajarinya.
Peluang tersebut juga dimanfaatkan oleh Akademi Bahasa Asing Nasional (ABANAS) Program Studi Bahasa Korea. Terbukti, sejak tahun 2012, ABANAS sukses menggandeng Chung Ang University, Korea Selatan, dalam rangka kerjasama melalui pertukaran budaya dan bahasa.

"Tren Korea di sini (Indonesia) semakin marak dan kami sendiri membuktikannya, yaitu ada peningkatan jumlah mahasiswa baru cukup signifikan," ujar Kepala Program Studi Bahasa Korea, Drs DS Suranto, ihwal penutupan program Chung Ang University Volunteers for Indonesia di Kampus Unas, Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (16/2/2013).

Pada 2011, Unas menerima calon mahasiswa sebanyak 15 orang. Kemudian pada 2012, jumlah itu naik menjadi 32 mahasiswa.

"Ini memperlihatkan minat calon mahasiswa terhadap budaya dan bahasa Korea sangat tinggi," kata Suranto.

Lebih lanjut, Suranto memaparkan, bahwa jalinan kerjasama antara ABANAS dan Chung Ang University, Korea, ini akan terus berlanjut sampai pada tahap pertukaran mahasiswa. Sejauh ini, dia mengakui, kerjasama baru pada batas dasar penjajakan melalui pertukaran budaya dan bahasa.

"Agar dasar terjalinnya kerjasama menjadi kuat, karena semua harus diawali dengan saling memahami satu sama lain, dan di tahun-tahun selanjutnya kami berharap akan ada pertukaran mahasiswa atau dosen," imbuh Suranto.

Pada program kerjasama tersebut, mahasiswa ABA Korea bertukar budaya Indonesia dengan 45 mahasiswa Korea, Chung Ang University. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan tarian kipas Korea, seni tulis bahasa Korea, tarian Poco- poco, Tari Saman, hingga pelatihan alat musik tradisional asal Jawa Barat, angklung.

Bukan hanya itu. Dalam lawatan kedua kalinya sejak 5-14 Februari 2013, para mahasiswa Chung Ang University itu juga melakukan kegiatan sosial ke sejumlah sekolah dasar dan panti asuhan di lingkungan kampus Unas.

"Satu nilai terpenting yang perlu kita pelajari dari warga Korea itu adalah ketekukan dan kerajinannya. Saya sangat iri melihat mahasiswa Korea yang begitu rajin berlatih dan tekun, dan mereka benar-benar menggunakan waktu dengan sangat baik," ujarnya.(kompas.com)

Pengamanan Soal Ujian Nasional 2013 Akan Diperketat

 http://assets.kompas.com/data/photo/2012/05/07/0751293620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Pengamanan naskah soal ujian nasional (UN) pada tahun ajaran 2013 oleh tim pengawasan akan lebih diperketat mulai dari pencetakan, penyimpanan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.

"Kalau sebelumnya naskah soal UN disimpan di Polsek sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah dan kita yang menjaga polisi, sekarang kita yang menentukan tempat penyimpanan dan polisi yang mengamankan," kata Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof H Sunarpi PhD di Mataram, Minggu (23/12/2012).

Ia mengatakan, ini merupakan bagian dari proses pengamanan naskah soal UN yang harus dilakukan secara ketat di semua titik rawan guna mencegah terjadinya kebocoran.

Pengamanan naskah soal UN 2013 harus dilakukan sampai ke ruangan tempat berlangsungnya ujian, dan ini merupakan tanggung jawab peguruan tinggi.

Dalam kaitan itu, katanya, rektor akan menandatangani pakta integritas dengan Badan Sandar Nasional Pendidikan (BSNP) yang dilanjutkan dengan pembentukan tim kerja UN tingkat provinsi terkait dengan pengawasan bahan ujian di percetakan.

"Tim bertugas mengamankan soal-soal dalam proses pencetakan. Apa pun yang terjadi dalam proses pencetakan soal UN merupakan tanggung jawab kami yang jumlahnya 20 paket soal untuk setiap ruangan tempat berlangsungnya ujian," ujarnya.

Menurut Sunarpi, pengamanan juga dilakukan pada saat penarikan lembar jawaban ke univeritas dan selama dilakukan proses pemindaian dan mengirim hasilnya, terakhir membuat laporan tentang proses pelaksanaan UN tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat Lalu Syafi’i mengatakan, soal UN SMA/MA SMK pada tahun ajaran 2013 telah ditetapkan sebanyak 20 paket yang masing-masing peserta soalnya tidak sama, sementara pada tahun sebelumnya hanya lima paket.

"Soal ujian di masing-masing ruangan ujian berbeda, atau setiap peserta akan mendapatkan isi teks soal berbeda dengan yang lainnya. Sementara kriteria kelulusan pada UN sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni 60 persen hasil UN dan 40 persen ujian sekolah," katanya.

Ia mengatakan yang berbeda adalah jika pada 2012 ujian kesetaraan regulasinya sama, maka pada 2013 baik regulasi maupun prosedur operasional standar (POS) sama dengan UN.

Dia mengatakan, pada 2013 keterlibatan perguruan tinggi pada pelaksanaan UN tersebut lebih luas, mulai dari persiapan, penyiapan pengawas, pengumuman dan pembuatan laporan.(kompas.com)

Indischools Sebar 100.000 Titik "Wifi" di Semua Sekolah

SUPERIOR QUANTUM - Program Indischools (Indonesia Digital Schools) yang digagas PT Telkom bekerja sama dengan Kemendikbud RI menargetkan terbangunnya 100.000 instalasi titik wifi di semua sekolah di Indonesia hingga akhir 2013 nanti. Fasilitas wifi itu diharapkan mampu menunjang pola pengembangan pendidikan, khususnya pada kurikulum baru tahun depan.

Sebanyak 100.000 titik wifi tersebut, kata General Manager Divisi Business Service Regional Jatim Firdaus Roeswandi, akan disebar di sekolah-sekolah mulai dari jenjang SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

"Di Jatim sendiri, fasilitas wifi kini tengah diinstal di 300 sekolah dari 17.500 titik sekolah yang ditargetkan," katanya, Sabtu (22/12/2012).

Dia berharap, dengan kemudahan mengakses internet kecepatan tinggi (broadband) di lingkungan sekolah, para pengajar bisa menerapkan sistem pengajaran yang lebih mudah dan menyenangkan bagi pelajar maupun siswa.

"Tapi, pengawasan dan pemantauan tetap penting dilakukan kepada siswa agar tidak menyalahgunakan penggunaan internet," tambahnya.

Indischools adalah merupakan program Telkom di bidang pendidikan dari rencana Indonesia Digital Network (IDN) yang akan diimplementasikan sampai 2015. Melalui IDN, Telkom akan mewujudkan bangsa Indonesia yang maju, meningkatkan perekonomian bangsa melalui pemanfaatan teknologi informasi untuk mempercepat penetrasi akses broadband.

Indischools tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Direktur Enterprise PT Telkom M Awaluddin dan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Prof Dr Ainun Na'im, PhD dengan disaksikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh.

Penandatanganan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Anugerah Ki Hajar (Kita Harus Belajar) di Jakarta, awal November lalu. SMA Negeri 5 Surabaya adalah sekolah pertama yang mulai kemarin sudah menerapkan program Indischools.(kompas.com)

Pilih: Les Privat atau Bimbingan Belajar

SUPERIOR QUANTUM - Kenaikan kelas tidak lama lagi. Walau sudah belajar keras, kadang kita masih gelisah, deg-degan, khawatir tidak bisa mengerjakan ujian akhir. Walau tinggal beberapa minggu lagi, tak ada salahnya kita mempersiapkan diri, misalnya dengan belajar bersama, ikut les privat atau bimbingan belajar di sekolah.

Di sekolah kita memang sudah belajar, tetapi di rumah kita harus belajar lagi. PR adalah latihan dalam memecahkan soal.

Paling enak bila kita bisa belajar bersama, di sana kita bisa bertanya langsung tentang hal-hal yang tidak dimengerti.

Tetapi kadang belajar di sekolah pun kita merasa masih kurang. Untuk itulah kita membutuhkan pelajaran tambahan di luar jam sekolah, yang disebut les.

Kita bisa mengikuti les privat, semiprivat (berkelompok), atau bimbingan belajar (bimbel) yang diadakan lembaga bimbingan belajar.

Les privat berlangsung di rumah, dengan guru les dipanggil ke rumah. Karena hanya menghadapi satu murid, guru privat punya waktu untuk menerangkan dengan lebih rinci dan jelas.

Les privat cocok untuk kita yang ingin belajar dengan suasana tenang, tidak berisik. Terutama buat kamu yang agak malu bertanya di dalam kelas. Dengan guru privat, kita bisa bertanya sepuas-puasnya.

Sama seperti les privat, les ini juga diadakan di rumah. Tetapi pesertanya lebih dari satu. Bila punya kelompok belajar, kamu bisa mengajak kelompok belajar dan memanggil guru les ke rumah.

Lebih enak lagi kalau tempat lesnya berpindah- pindah sehingga semua peserta mendapat giliran rumahnya menjadi tempat kursus.

Ada beberapa sekolah yang setiap menghadapi kenaikan kelas mengadakan bimbingan belajar (bimbel) untuk sekelas. Tidak ada keharusan ikut, kalau kamu memang memilih ikut les privat atau semiprivat.

Bimbingan belajar di kelas ini sebetulnya lebih menarik karena banyak teman, dengan guru yang sama. Karena bimbingan belajar ini di luar jam pelajaran biasa, suasananya lebih santai, maka pelajaran pun biasanya lebih mudah dicerna.

Selain bimbingan belajar yang diadakan di sekolah, sekarang banyak sekali tempat kursus yang mengadakan bimbel.

Ada keuntungan bagi teman-teman kelas enam ikut bimbel. Karena di bimbel selain mengulang seluruh pelajaran, kita juga diajak mengerjakan soal-soal ujian tahun-tahun sebelumnya.

Untuk menghadapi ujian akhir kita memang harus rajin latihan, tidak sering bolos bimbel, dan mencapai nilai tertentu untuk setiap try out (uji coba) yang diadakan.(kompas.com)

Boleh santai asal tetap sopan

Les di rumah, ikut semiprivat, atau bimbingan belajar, harus kita sadari dari awal sifatnya hanya pelajaran tambahan. Berhasil tidaknya kita ikut kegiatan ini, tergantung sikap kita sendiri. Agar kita termotivasi belajar dengan tekun, siapkan sikap saat berangkat kursus dengan:

  1. Pakailah pakaian yang sopan, tetapi nyaman agar tidak mengganggu konsentrasi.
  2. Kita boleh menggunakan sepatu sandal, atau sandal yang ringan, asal bukan
  3. sandal jepit.
  4. Tetaplah hormat kepada pembimbing walau kita tidak memanggil bapak atau
  5. ibu seperti di sekolah. Panggilan guru pembimbing biasanya kakak.
  6. Berteman dengan baik dengan sesama peserta, yang biasanya dari beberapa
  7. sekolah berbeda. Keakraban dengan sesama peserta membuat suasana belajar
  8. lebih nyaman.
  9. Usahakan tidak sering membolos, tetap mempertahankan semangat belajar.
  10. Suasana kelas memang lebih santai, tidak seserius belajar di sekolah.

Agar Bangsa Indonesia Tak seperti Sirkus

 http://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/27/0820265620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa salah satu instrumen penting untuk memperbaiki kondisi bangsa saat ini adalah pendidikan. Karena itu, pemerintah terus menggalakkan pendidikan karakter, termasuk dalam kurikulum baru yang akan diterapkan pada Juni 2013.

"Pendidikan karakter ini penting bagi bangsa Indonesia agar tidak kehilangan karakter. Sirkus itu adalah kasus paling sederhana hilangnya karakter," kata Nuh saat sosialisasi Uji Publik Pengembangan Kurikulum 2013 di Alun-alun Selatan, Yogyakarta, Sabtu (1/12/2012).

Ia mengambil contoh seekor singa yang ada di dalam sirkus. Umumnya singa adalah hewan ganas. Namun jika menonton singa menjadi hewan jinak yang bahkan mau mematuhi perintah manusia, maka hal tersebut memang menarik walau dalam taraf hiburan dan lelucon saja.

"Memang lucu dan menarik. Tapi sirkus itu bukan kehidupan sejati. Karena itu, orang atau bangsa yang kehilangan karakter itu menarik, tapi dalam ranah lelucon," ujar Nuh.

"Sebagai bangsa Indonesia yang punya keinginan untuk bangkit, pendidikan karakter ini wajib. Ini dapat juga dibangun melalui budaya," imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa kurikulum baru pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini mengedepankan seimbangnya soft skill dan hard skill untuk mewujudkan pendidikan karakter bagi generasi muda. Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter ini dapat berhasil jika dimulai sejak dini.

"Harus dari bangku dasar. Contohnya saja jujur. Kalau anak-anak ini dari kecil sudah ditanamkan kejujuran, maka karakter bangsa yang terbangun akan seperti itu, dan kasus korupsi tidak seperti sekarang ini," tandasnya.(kompas.com)

Yohanes Surya: IPA Dihapus, Pembodohan secara Nasional

 http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/03/1131246620X310.JPG
SUPERIOR QUANTUM - Perombakan kurikulum menimbulkan perubahan besar-besaran terhadap kurikulum tingkat sekolah dasar (SD). Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bakal dihapus dan materinya akan diintegrasikan dengan mata pelajaran pokok, seperti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Bahasa Indonesia, dan Matematika.

Penghapusan mata pelajaran IPA mendapat tentangan keras dari pendiri Surya Institute, Yohanes Surya. Menurut Yohanes Surya, IPA harus sudah diajarkan sejak SD sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri.

“IPA itu harus diajarkan sejak SD dan dipisahkan sebagai mata pelajaran, jangan digabung dengan Bahasa Indonesia. Kala digabung, indikatornya juga jadi indikator bahasa kan? Misalnya, belajar listrik. Karena indikatornya bahasa kan maka jadinya membikin puisi listrik. Enggak nyambung,” tuturnya kepada Kompas.com, Rabu (28/11/2012).

Yohanes Surya menyesal karena penghapusan mata pelajaran IPA justru dilakukan di tengah upaya memopulerkan sains kepada para siswa di seantero Indonesia. Rencana pemerintah ini dinilai hanya akan membuat pendidikan Indonesia makin terpuruk.

“Kita lihat masalah utamanya adalah IPA diintegrasikan sama Bahasa Indonesia, lalu ketika diintegrasikan, ada sekitar 60-70 persen materi IPA yang dipangkas. Ini yang bahaya. Sekarang kita mau gencar-gencarnya promosi sains, pemerintah malah memangkas sains. Sistem pendidikan kita sekarang berada di paling bawah, lalu IPA dipotong 70 persen, makin kacau kan. Bayangkan, Indonesia akan jadi apa kalau 70 persen materi IPA akan dipangkas. Kita mau jadi apa?” ungkapnya.

Walau demikian, Yohanes Surya tak menampik bahwa memang memang ada masalah dalam penyampaian IPA dari guru siswa sehingga mata pelajaran ini dianggap memberatkan anak-anak usia SD. IPA dianggap sebagai momok bagi anak-anak karena tidak diajarkan dengan menarik.

Menurut Yohanes Surya, jika IPA diajarkan dengan asyik dan menyenangkan, IPA tentu tidak akan menjadi beban bagi anak-anak. Oleh karena itu, solusi yang ditemukan bukanlah penghapusan mata pelajaran ini.

“Saya menentang habis-habisan pengintegrasian ini. Saya akan terus menentang sampai pemerintah bosan juga mendengarnya,” katanya.

“Kan sayang kalau Indonesia terjadi pembodohan secara nasional,” tandasnya kemudian.(kompas.com)

Meja 'Pintar' Tingkatkan Kemampuan Matematika Anak

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/28/1118537-meja-pintar-matematika-620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Meja belajar dengan teknologi yang memungkinkan proses interaktif bisa membantu kemampuan matematika murid sekolah dasar. Hal itu diungkapkan oleh para peneliti di Universitas Durham, Inggris, berdasarkan proyek selama tiga tahun yang melibatkan 400 siswa berusia delapan hingga 10 tahun.

Dilengkapi dengan layar sentuh yang memungkinkan interaksi antar beberapa pengguna, meja 'pintar' itu dirancang, diproduksi, dan diuji oleh Universitas Durham. Dengan meja tersebut maka para murid bisa bekerja sama tanpa ada individu yang mendominasi.

Salah seorang peneliti, Dr Emma Mercier, mengatakan meja pintar itu membantu para siswa untuk menemukan beragam jawaban atas pertanyaan aritmetika.

Guru sedikit berinteraksi
Hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal pendidikan Learning and Instruction memperlihatkan meja pintar memungkinkan para murid berkolaborasi untuk menemukan jalan keluar. Ditambahkan bahwa siswa lebih terdorong untuk menggunakan ketrampilan matematika dalam memecahkan persoalan jika menggunakan meja pintar dibanding dengan menggunakan kertas.

"Kita bisa mencapai kepiawaian matematika melalui latihan, namun mendorong kemampuan siswa untuk menemukan berbagai jawaban atas persoalan matematika lebih sulit untuk diajarkan," tutur Dr Mercier.

Dengan menggunakan meja pintar yang dikembangkan Universitas Durham ini maka guru juga bisa mendapat masukan secara langsung dan memberikan bantuan setiap saat jika diperlukan.

"Belajar bersama berjalan dengan baik di kelas karena para siswa berinteraksi dan belajar dengan berbagai cara. Siswa menikmati pengerjaan matematika dengan cara ini dan selalu kecewa ketika mejanya dimatikan," tambag Dr Mercier.

Namun karena harga meja mahal maka masih diperlukan waktu yang panjang sebelum meja tersebut menjadi peralatan yang umum di sekolah-sekolah. Bagaimanapun, tim peneliti sudah berhasil menemukan beberapa cara untuk mengurangi biaya pembuatan meja pintar.(kompas.com)

Ini Alasan Dirombaknya Kurikulum

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/03/16/1841178620X310.jpg 
SUPERIOR QUANTUM - Kontroversi terhadap perubahan kurikulum ini terus bermunculan. Banyak pihak menanyakan alasan digantinya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013 dengan standar isi yang jauh berbeda, khususnya untuk pendidikan tingkat dasar.

Direktur Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Ditjen Dikdas Kemendikbud Ibrahim Bafadal mengatakan bahwa perubahan ini juga melihat kondisi yang ada selama beberapa tahun ini. KTSP yang memberi keleluasaan terhadap guru membuat kurikulum secara mandiri untuk masing-masing sekolah ternyata tak berjalan mulus.

"Tidak semua guru memiliki dan dibekali profesionalisme untuk membuat kurikulum. Yang terjadi, jadinya hanya mengadopsi saja," kata Ibrahim ketika dijumpai seusai Pemberian Penghargaan Siswa Berprestasi Tingkat Internasional dan Penganugerahan Piala Apresiasi Sastra Bagi Peserta Didik Sekolah Dasar, di Gedung A Kemendikbud, Jakarta, Rabu (28/11/2012).

Untuk itu, kurikulum yang baru ini dibuat dan dirancang oleh pemerintah, terutama untuk bagian yang sangat inti. Dengan demikian, pihak sekolah dan guru tinggal mengaplikasikan saja pola yang sudah dimasukkan dalam struktur kurikulum untuk masing-masing jenjang tersebut.

Ia mengakui bahwa untuk tingkat SD terjadi perubahan yang cukup besar mengingat basis tematik integratif yang dianut saat ini. Mata pelajaran yang dulu ada 10 bidang dikurangi menjadi tersisa enam mata pelajaran saja dengan pembagian empat mata pelajaran utama dan dua mata pelajaran muatan lokal.

"Jadi untuk pendidikan dasar, kami ambil yang sangat inti, seperti PPKn, Agama, Bahasa Indonesia, dan Matematika," ungkap Ibrahim.

"Kami yakin dengan revisi ini, pendidikan di Indonesia akan menghasilkan generasi yang jauh lebih baik lagi dan siap menjawab tantangan ke depan," tandasnya.(kompas.com)

Tip & Trik Menghadapi SNMPTN


 https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSYC8icOlsZgfYE2gKG0xr9HH4W2ejws0qnKytjKpIiWd73XivZ
SUPERIOR QUANTUM - Mungkin kamu bertanya-tanya, apa sih sebenarnya SNMPTN itu? SNMPTN merupakan nama lain dari Sipenmaru, UMPTN, atau SPNB yang dulu pernah tenar. Sama seperti saudara-saudaranya itu, saat SNMPTN kamu bakalan duduk di antara orang-orang yang nggak kamu kenal dan mereka adalah saingan kamu.

Meski demikian, jangan ragu untuk mengikuti SNMPTN karena berikut ini ada beberapa tip & trik menghadapi SNMPTN. Di bawah ini adalah beberapa hal yang harus kamu persiapkan.

  1. Kesehatan, sangat penting karena kalau sakit, kamu tidak bisa mengikuti tes SNMPTN dan susulannya pasti akan sangat sulit.
  2. Siapkan mental dan jangan stres. Kalau kamu stres, kamu akan tambah pusing dan menderita sendiri.
  3. Siapkan diri, artinya kamu harus sudah matang dengan SNMPTN yang jelas berbeda dengan UN baik secara materi ataupun pola pengerjaannya. Kamu harus belajar, berlatih, dan berlatih, serta gunakan logikamu.
  4. Berdoa, jangan lupa, ini yang paling utama. Berdoalah semoga apa yang kamu pelajari keluar nanti di ujian dan berdoa agar kamu diberi yang terbaik. Ingat, selain berusaha maksimal, kamu juga harus berdoa dengan maksimal.
Setelah mengetahui apa yang harus kamu persiapkan menjelang ujian SNMPTN, berikut adalah tahap-tahap yang harus kamu lakukan.
  1. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai SNMPTN dan perguruan tinggi yang kamu targetkan.
  2. Beli formulir dan daftarlah sebagai peserta di salah satu program studi IPA, IPS, atau IPC.
  3. Pilih jurusan yang sudah dipertimbangkan dengan matang dan dipertimbangkan dari segi: (a) lokasi dan biaya, (b) sesuai cita-cita, minat, dan bakat, (c) daya tampung jurusan dan peluang diterima, (d) ingat kemampuan diri sendiri, (e) masa depan karier dan pekerjaan.
  4. Siapkan formulir kesehatan dan tidak buta warna karena nanti itu akan ditanyakan. Buatlah jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan SNMPTN, minimal setelah UN.
  5. Jangan lupa siapkan foto diri terbaru, berwarna dan hitam putih dari berbagai ukuran 2 x 3; 3 x 4; 4 x 6 dan masing-masing siapkan minimal 5 lembar, ingat lebih baik lebih daripada kurang.
  6. Jika sudah mendapat kartu peserta, cek lokasi tempat kamu ujian sebelum hari pelaksanaan. Jangan sampai ketika hari H kamu baru cari lokasi, bisa-bisa kamu terlambat dan gagal ujian.
  7. Jaga baik-baik kartu ujian, jangan sampai hilang. Jika kartu ujian hilang meskipun lulus, kamu tidak bisa diterima.
  8. Siapkan pensil 2B yang asli, bawa penghapus yang bagus jangan sampai hitam saat dihapus. Jangan lupa juga membawa pulpen hitam.

Sistem Pendidikan Indonesia Terendah di Dunia

 http://assets.kompas.com/data/photo/2012/08/29/1654113620X310.JPG
SUPERIOR QUANTUM - Sistem pendidikan Indonesia menempati peringkat terendah di dunia. Berdasarkan tabel liga global yang diterbitkan oleh firma pendidikan Pearson, sistem pendidikan Indonesia berada di posisi terbawah bersama Meksiko dan Brasil. Tempat pertama dan kedua ditempati Finlandia dan Korea Selatan, sementara Inggris menempati posisi keenam.

Peringkat itu memadukan hasil tes internasional dan data, seperti tingkat kelulusan antara tahun 2006 dan 2010. Sir Michael Barber, penasihat pendidikan utama Pearson, mengatakan, peringkat disusun berdasarkan keberhasilan negara-negara memberikan status tinggi pada guru dan memiliki "budaya" pendidikan.

Perbandingan internasional dalam dunia pendidikan telah menjadi semakin penting dan tabel liga terbaru ini berdasarkan pada serangkaian hasil tes global yang dikombinasikan dengan ukuran sistem pendidikan, seperti jumlah orang yang dapat mengenyam pendidikan tingkat universitas.

Gambaran perpaduan itu meletakkan Inggris dalam posisi yang lebih kuat dibandingkan dengan tes Pisa dari Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), yang juga merupakan salah satu tes dalam proses penyusunan peringkat. Pertimbangan-pertimbangan dalam peringkat ini diproduksi untuk Pearson oleh Economist Intelligence Unit.

Kompetisi global
Dua kekuatan utama pendidikan adalah Finlandia dan Korea Selatan, lalu diikuti oleh tiga negara di Asia, yaitu Hongkong, Jepang, dan Singapura.

Inggris yang dianggap sebagai sistem tunggal juga dinilai sebagai "di atas rata-rata", lebih baik daripada Belanda, Selandia Baru, Kanada, dan Irlandia. Keempat negara itu juga berada di atas kelompok peringkat menengah termasuk Amerika Serikat, Jerman, dan Perancis.

Perbandingan ini diambil berdasarkan tes yang dilakukan setiap tiga atau empat tahun di berbagai bidang, termasuk matematika, sains, dan kesusasteraan serta memberikan sebuah gambaran yang semakin menurun dalam beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, tujuan utamanya adalah memberikan pandangan multidimensi dari pencapaian di dunia pendidikan dan menciptakan sebuah bank data yang akan diperbaharui dalam sebuah proyek Pearson bernama Learning Curve.

Melihat dari sistem pendidikan yang berhasil, studi itu menyimpulkan bahwa mengeluarkan biaya adalah hal penting, tetapi tidak sepenting memiliki budaya yang mendukung pendidikan. Studi itu mengatakan, biaya adalah ukuran yang mudah, tetapi dampak yang lebih kompleks adalah perilaku masyarakat terhadap pendidikan, hal itu dapat membuat perbedaan besar.

Kesuksesan negara-negara Asia dalam peringkat ini merefleksikan nilai tinggi pendidikan dan pengharapan orangtua. Hal ini dapat menjadi faktor utama ketika keluarga bermigrasi ke negara lain, kata Pearson.

Ada banyak perbedaan di antara kedua negara teratas, yaitu Finlandia dan Korea Selatan, menurut laporan itu, tetapi faktor yang sama adalah keyakinan terhadap kepercayaan sosial atas pentingnya pendidikan dan "tujuan moral".

Kualitas guru
Laporan itu juga menekankan pentingnya guru berkualitas tinggi dan perlunya mencari cara untuk merekrut staf terbaik. Hal ini meliputi status dan rasa hormat serta besaran gaji.

Peringkat itu menunjukkan bahwa tidak ada rantai penghubung jelas antara gaji tinggi dan performa yang lebih baik. Dan ada pula konsekuensi ekonomi langsung atas sistem pendidikan performa tinggi atau rendah, kata studi itu, terutama di ekonomi berbasis keterampilan dan global. Namun, tidak ada keterangan yang jelas mengenai pengaruh manajemen sekolah dengan peringkat pendidikan.

Peringkat untuk tingkat sekolah menunjukkan bahwa Finlandia dan Korea Selatan memiliki pilihan tingkat sekolah terendah. Namun, Singapura yang merupakan negara dengan performa tinggi memiliki tingkat tertinggi.(kompas.com)

Syarat Masuk PTN Tahun Depan

SUPERIOR QUANTUM - Wacana hasil Ujian Nasional (UN) untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) akan dijadikan salah satu syarat bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN) menguat. Tahun depan, rencana ini bakal diterapkan. Oleh karena itu, calon lulusan SMA/SMK diminta untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Anggota Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP), Teuku Ramli Zakaria, mengatakan hasil UN akan dijadikan syarat, namun tidak berdiri sendiri. Ujian masuk PTN tetap akan digelar. Namun, ujiannya hanya berisi tes potensi akademik saja. Materi mata pelajaran tidak lagi diujikan dalam ujian masuk ini.

"(Tes) mata pelajarannya kan sudah melalui hasil UN. Jadi tidak perlu diujikan lagi. Hanya ada tes potensi saja dan ini biayanya juga akan lebih murah," kata Ramli kepada Kompas.com, Jumat (16/11/2012).

Oleh karena itu, BNSP sebagai bagian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus mengkaji rencana soal UN untuk tahun depan. Sampai saat ini, kisi-kisi soal UN 2013 sudah rampung disusun.

Rencananya, Selasa (20/11/2012), kisi-kisi ini sudah dapat diakses oleh para guru melalui situs BSNP atau situs milik Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Kisi-kisi sudah selesai. Nanti bisa langsung dilihat di situs kami. Yang pasti tidak akan bergeser jauh dari tahun sebelumnya," jelas Ramli.

"Variasi soal tetap 20 jenis seperti yang telah dibicarakan. Jadi dalam satu kelas, siswa mendapat soal yang berbeda agar tetap konsentrasi mengerjakan," tandasnya kemudian.(kompas.com)

Universitas Inggris Tertarik Masuk Indonesia

 http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/18/2341505-david-willets-620X310.JPG
SUPERIOR QUANTUM - Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU Dikti) menjadi payung hukum yang melegalkan perguruan tinggi asing menyelenggarakan pendidikan tinggi di Indonesia.

Terkait hal itu, Inggris mengungkapkan ketertarikannya untuk masuk ke Indonesia. Hal itu disampaikan David Willetts, Minister of State for Universities and Science, Inggris, saat menerima rombongan wartawan Asia Tenggara di kantornya, London, pekan lalu.

Willets mengungkapkan, dia telah mendiskusikan hal itu dengan Mendikbud M Nuh saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di London, awal November 2012 ini. "Sekarang, kami sudah dalam tahap kerja sama dan akan terus berkembang, bahkan bisa makin jauh," ucapnya menanggapi pertanyaan wartawan Kompas.com mengenai kemungkinan universitas-universitas Inggris menyelenggarakan pendidikan perguruan tinggi di Indonesia.

Namun, Willetts mengakui bahwa penyelenggaraan pendidikan perguruan tinggi di Indonesia tampaknya masih akan terbentur oleh regulasi, terutama menemukan partner lokal, sebagaimana diwajibkan oleh UU Dikti.

"Dalam pengertian kami, hal itu memerlukan partner lokal di Indonesia. Saya sangat berharap berbagai rintangan regulasi untuk menemukan parner lokal dapat diatasi," kata Willetts.

Sekadar informasi, dalam UU Dikti terdapat kewajiban agar setiap perguruan tinggi asing yang masuk ke Indonesia berbasis nirlaba dan berkerja sama dengan perguruan tinggi Indonesia.

"Kami mengerti sepenuhnya atas hal kebijakan partner lokal tersebut. Namun, menemukan partner lokal yang betul-betul sepaham tampaknya akan sulit," kata Willetts.

Dalam waktu dekat, Mendikbud akan mengeluarkan Permendikbud yang mengatur lokasi perguruan tinggi asing dan program studi yang dapat diselenggarakan. Perguruan tinggi asing tidak bisa seenaknya membuka kelas karena ada wilayah dan jurusan tertentu. Misalnya, program studi yang belum bisa tersedia di Indonesia atau program studi yang memerlukan investasi besar.

Mengenai bahasa pengantar, UU Dikti secara tegas mengatur bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dalam pendidikan tinggi. Selanjutnya, bahasa daerah dan bahasa asing hanya dapat digunakan untuk mendukung mata kuliah tertentu.(kompas.com)

Bahasa Inggris SD Tidak Dihapus

 http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/11/1139117620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Beberapa waktu lalu, penghapusan mata pelajaran bahasa Inggris dalam kurikulum untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) sempat ramai dibicarakan. Menanggapi hal ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) kembali memberi klarifikasi mengenai keberadaan mata pelajaran Bahasa Inggris untuk SD.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim, mengatakan bahwa mata pelajaran bahasa Inggris untuk jenjang SD memang tidak pernah diwajibkan. Untuk itu, tidak ada penghapusan mata pelajaran bahasa Inggris dalam perombakan kurikulum untuk tingkat SD.

"Bukan dihapuskan. Memang dari dulu tidak ada mata pelajaran wajib bahasa Inggris," kata Musliar kepada Kompas.com, Senin (12/11/2012).

"Selama ini, mata pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD itu masuk ke mulok bukan wajib," imbuh Musliar.

Ia mengatakan bahwa mata pelajaran bahasa Inggris memang tidak akan dimasukkan dalam enam mata pelajaran wajib untuk tingkat SD dalam kurikulum baru. Hal ini mempertimbangkan daerah-daerah lain yang berada di pelosok dan tenaga pengajar juga terbilang masih minim.

"Kalau bahasa Inggris ini jadi mata pelajaran wajib tapi tenaga pengajarnya tidak kompeten maka efeknya tidak baik bagi anak-anak," jelas Musliar.

Kendati demikian, bagi sekolah yang menjadikan bahasa Inggris sebagai muatan lokal atau pelajaran tambahan dapat tetap dilakukan selama konten yang diberikan tidak membebani dan dapat diterima baik oleh anak-anak.

Beberapa waktu lalu, Sekretaris Jendral Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengungkapkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris untuk tingkat SD memang harus dibedakan dengan tingkat SMP dan SMA. Menurutnya, anak-anak usia SD cukup dibekali dengan berbagai kosakata baru dengan cara yang menyenangkan dalam memperkenalkannya.
"Kalau belajarnya sudah masalah grammar atau structure, ya nanti dulu. Anak-anak SD ini kan masih tahap mengenal. Berikan saja vocabulary yang beragam. Jadi tidak jadi mapel wajib juga tidak apa," ujarnya.(kompas.com)

Kemdikbud Luncurkan Program Kelas Maya

 http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/09/1940457-anak-dan-internet-620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Guna memperbaiki proses pembelajaran yang ada saat ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program Kelas Maya. Secara resmi, program diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Jumat (9/11/2012).

Kepala Pusat Teknologi dan Komunikasi Kemdikbud, Ari Santoso, mengatakan bahwa keberadaan Kelas Maya ini merupakan bentuk dukungan bagi proses pembelajaran yang lebih terintegrasi baik dari sisi konten maupun proses interaksi.

"Ini dilakukan juga karena terbatasnya jumlah guru. Dengan Kelas Maya ini, guru dari daerah mana saja dapat dipilih oleh murid dari semua penjuru Indonesia untuk mengajar," kata Ari saat jumpa pers di Gedung C Kemdikbud, Kamis (8/11/2012).

Ia menjelaskan bahwa siswa yang ingin memperdalam ilmu melalui Kelas Maya ini dapat memilih sendiri guru yang diinginkan untuk masing-masing mata pelajaran. Tidak hanya berinteraksi dengan guru, lewat Kelas Maya ini siswa juga wajib berhubungan dengan siswa lain secara online untuk berdiskusi.

"Jadi nanti formatnya seperti teleconference dengan guru. Sementara antar siswa saat berdiskusi disediakan format chatting," ujar Ari.

"Murid bebas memilih guru yang diinginkan dari berbagai provinsi selama kuota anak yang diajar oleh guru tersebut masih dapat tertampung," jelasnya.

Untuk jadwal pembelajaran, para siswa ini dapat melihat langsung pada status guru yang bersangkutan. Para guru ini yang akan mengatur jadwal kapan akan online sehingga para siswa tinggal menyesuaikan saja. Jika tertarik untuk belajar melalui Kelas Maya ini, maka siswa harus login dulu dengan membuka situs belajar.kemdiknas.go.id
 

"Login ini fungsinya untuk mengetahui tingkatan dan jenjang sekolah si anak. Untuk pelaksanaan pertama ini, sudah ada 16 sekolah di seluruh Indonesia yang akan melaksanakannya," tandasnya.(kompas.com)

Ini PR untuk Para Guru Bahasa Indonesia

http://assets.kompas.com/data/photo/2010/03/05/1310324620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Tentu ironis saat melihat kalangan generasi muda saat ini lebih antusias mempelajari bahasa asing daripada memperdalam bahasa Indonesia dan melestarikannya. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para tenaga pendidik untuk kembali menyulut semangat anak didiknya mempelajari bahasa Indonesia dengan baik dan benar dengan pergeseran paradigma yang digunakan dalam pengajaran bahasa Indonesia saat ini.

Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (FIB UI), Untung Yuwono, mengatakan, telah terjadi perubahan paradigma pengajaran bahasa Indonesia saat ini. Dulu paradigma yang digunakan adalah paradigma struktural yang mengedepankan kaidah bahasa. Sementara saat ini  paradigma yang digunakan adalah paradigma komunikatif .

“Paradigma komunikatif ini bertujuan untuk membuat pembelajar mengetahui benar bahasa yang dipelajari dengan segala variannya sehingga lebih difokuskan untuk berbahasa sesuai dengan situasi,” kata Untung yang juga bergabung sebagai anggota Departemen Linguistik FIB UI ini kepada Kompas.com, Selasa (30/10/2012).

Karena itu, tenaga pendidik dituntut memiliki semangat dan energi yang besar dalam mengajar bahasa Indonesia berbasis paradigma komunikatif ini. Selain itu, tenaga pendidik tentunya diharuskan kreatif dalam menyiapkan bahan ajar dan cara pengajaran yang menyenangkan sehingga para siswa dapat belajar bahasa tanpa merasa diajari dan digurui.

“Energi yang diperlukan guru untuk mengajar harus lebih besar karena ia harus memulai dengan banyak contoh atau ilustrasi, lalu siswa mencoba menyimpulkan pola-pola kebahasaan,” jelas Untung.

Dia memberikan contoh tenaga pendidik harus mulai kreatif menerapkan varian bahasa sesuai dengan situasi pemakaiannya untuk membiasakan anak-anak berbahasa dengan baik. Selanjutnya, cara-cara seperti memberikan tugas menulis, memahami bacaan, membuat drama pendek, membuat musikalisasi puisi, menciptakan permainan atau bercerita dengan menggunakan imajinasi dapat dilakukan untuk meningkatkan semangat belajar anak.

“Yang terpenting adalah mengoreksi, mengembalikan tugas dengan coretan-coretan dari guru, dan mengevaluasi tugas. Sekarang pertanyaannya, yang juga menjadi evaluasi diri bagi pengajar, apakah selalu semua tugas yang diberikan kepada siswa diperiksa oleh guru dengan detail, diterakan koreksian, dan didiskusikan?” tandasnya.(kompas.com)

Mengapa Bahasa Indonesia Cenderung Sulit Dipelajari?

 http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/24/1345026620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Fenomena unik ini menyentak sekaligus menimbulkan pertanyaan. Trennya, nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam berbagai tes kerap lebih rendah dibandingkan dengan mata pelajaran bahasa asing, biasanya Bahasa Inggris. Bukan hanya dalam ulangan harian, baik pada ujian nasional (UN) maupun tes masuk perguruan tinggi juga menunjukkan hasil yang serupa. Hal ini ironis mengingat bahasa Indonesia merupakan bahasa ibu. Pada akhirnya bahasa Indonesia dianggap sebagai bahasa yang sulit dipelajari.

Dosen Program Studi Sastra Indonesia yang juga anggota Departemen Linguistik Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Untung Yuwono, mengatakan, anggapan bahwa mata pelajaran Bahasa Indonesia sulit dipelajari muncul dari hasil tes Bahasa Indonesia yang hasilnya lebih rendah daripada hasil tes mata ajar yang lain. Menurut dia, hasil ini harus ditelaah lebih lanjut dengan melihat substansi tes dan kaitan antara kurikulum dan substansi tes.

“Tiga tahun terakhir ini memang hasil UN dan tes-tes Bahasa Indonesia yang lain, seperti tes masuk perguruan tinggi, menunjukkan nilai Bahasa Indonesia yang lebih rendah daripada hasil tes yang lain, bahkan dari mata ajar yang biasanya menjadi momok seperti matematika,” kata Untung kepada Kompas.com, Selasa (30/10/2012).

Melihat fenomena ini, dia mengungkapkan, hal ini terjadi sebagai hasil dari perubahan paradigma dalam pengajaran Bahasa Indonesia, yaitu perubahan dari paradigma struktural ke paradigma komunikatif. Awalnya, pengajaran Bahasa Indonesia menggunakan paradigma struktural baik untuk pengajaran sehari-hari maupun tes-tes bahasa yang diujikan. Dengan paradigma ini, umumnya yang ditanyakan dalam tes adalah masalah struktur atau kaidah bahasa.

“Jadi, tekanannya pada bahasa Indonesia yang benar. Lebih mudah memang mengukurnya, seperti orang mengingat rumus, lalu ditanyakan dalam tes. Kalau ingat rumus, pasti bisa menjawab,” jelas Untung.

Sementara saat ini pengajaran Bahasa Indonesia bergeser menggunakan paradigma komunikatif baik dalam pengajaran sehari-hari hingga saat ujian. Dengan ancangan atau pendekatan ini, siswa dihadapkan pada pemakaian bahasa yang sesuai dengan situasi. Jadi, tekanannya adalah bahasa Indonesia yang baik atau bahasa yang sesuai dengan situasi. Adapun tekanan pada Bahasa Indonesia yang benar menjadi berkurang.

“Perubahan ini tentu mengubah bentuk tes sesuai paradigma yang digunakan. Dengan paradigma ini, basisnya dalam tes adalah wacana dan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang pemahaman teks dan pemakaian bahasa,” ungkap Untung.

Sayangnya, perubahan paradigma pengajaran ini tidak diikuti dengan perubahan pola ajar yang diterapkan. Ia menjelaskan, dengan paradigma komunikatif ini, anak-anak memerlukan waktu belajar yang lebih lama karena kaidah kebahasaan mulai berkurang dan pemakaian bahasa dalam situasi komunikasi ditambah. Selain itu, banyak varian dalam bahasa Indonesia yang muncul saat menggunakan paradigma ini baik bahasa formal maupun bahasa nonformal.

“Dulu hanya bahasa baku yang mendapat tekanan. Sekarang, kelebihan ancangan komunikatif adalah siswa menjadi lebih sadar atas varian bahasa, kemudian kompetensi yang diperoleh adalah memakai bahasa sesuai dengan situasi. Tapi, sekali lagi, waktu belajar yang dibutuhkan lebih lama,” tandasnya.(kompas.com)

Krisis Eropa Tak Pengaruhi Jumlah Penerima Beasiswa

 http://assets.kompas.com/data/photo/2011/12/07/0940271620X310.JPG
SUPERIOR QUANTUM - Krisis ekonomi yang melanda sebagian besar negara Eropa ternyata tidak membawa dampak negatif terhadap minat para siswa atau mahasiswa asing untuk menuntut ilmu di sana. Begitu pula dengan siswa atau mahasiswa dari Indonesia yang tetap bersemangat untuk mengincar peluang pendidikan di Eropa.

Perwakilan dari DAAD, Olivia Sopacua, mengatakan bahwa krisis ekonomi Eropa membawa dampak kurang baik bagi kondisi masyarakat. Namun untuk mahasiswa asing yang tengah menyelesaikan studinya di Jerman, krisis ini sama sekali tak berpengaruh karena jaminan pendidikan tetap diterima dengan baik.

"Ini terlihat dari jumlah siswa yang kami berangkatkan tidak pernah menurun. Angkanya selalu stabil. Sekitar 300 orang kami berangkatkan tiap tahunnya," kata Olivia, saat jumpa pers 4th European Higher Education Fair di Energy Building, Jakarta, Kamis (1/11/2012).

Hal senada juga diungkapkan oleh Perwakilan dari Campus France Indonesia, Anton Hilman. Ia mengungkapkan bahwa ada rencana penambahan siswa yang akan diberangkatkan melalui program beasiswa untuk tahun ajaran berikutnya.

"Sama sekali tidak pengaruh. Kami rencananya akan menambah kuota yang akan diberangkatkan ke Prancis," jelas Anton.

Selain itu, uang tunjangan pendidikan dari pemerintah Prancis yang memang selalu diberikan pada siswa atau mahasiswa asing untuk menutup semua biaya pendidikan juga tidak berkurang. Untuk itu, ia meminta pada calon pelajar atau mahasiswa yang hendak ke Prancis agar tidak perlu khawatir terhadap krisis yang sedang terjadi.

Sementara itu, Perwakilan dari Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker, mengatakan bahwa minat yang diperlihatkan oleh siswa atau mahasiswa asing untuk belajar di Belanda juga tidak menurun meski krisis tengah melanda Eropa.

"Sampai sekarang peminatannya sangat bagus. Memang krisis berpengaruh pada hal-hal tertentu. Tapi tidak untuk pendidikan. Semuanya berjalan sesuai. Untuk mahasiswa asing juga tidak ada masalah," ungkap Mervin.(kompas.com)

Kurikulum Baru Dorong Empati dan Toleransi

 http://assets.kompas.com/data/photo/2010/11/30/1436065620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Kurikulum baru yang sedang disusun pemerintah untuk mempertajam soft skill siswa. Penanaman nilai dan sikap mulia sebagai warga negara, seperti toleransi dan empati, mendapat porsi lebih besar.

”Ada ketimpangan dengan hard skill (berhitung, penguasaan ilmu alam, dan sebagainya). Soft skill banyak yang hilang,” kata Wakil Presiden Boediono, Kamis (1/11), di Kantor Wakil Presiden.

Itu disampaikan ketika menerima 52 pengajar muda yang tergabung dalam Indonesia Mengajar angkatan kelima. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim dan Ketua Indonesia Mengajar Anies Baswedan hadir dalam acara itu.

Soft skill, ungkap Boediono, juga terkait dengan rasa cinta pada lingkungan hidup dan nilai- nilai demokrasi. ”Semua ini tampaknya belum tertampung dengan baik dalam kurikulum,” ujarnya.

Musliar Kasim mengatakan, berdasarkan arahan Wapres, kurikulum yang baru akan menerapkan standar kompetensi lulusan pada tiga aspek, yakni sikap, keterampilan, dan pengetahuan. ”Nantinya bisa mendefinisikan tamatan SD sikapnya seperti apa. Ini berlaku secara nasional,” kata Musliar.

Kurangi mata pelajaran

Merespons keluhan pelajaran SD yang terlalu berat, jumlah mata pelajaran SD dikurangi dari 12 menjadi 6 mata pelajaran, yakni Agama, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya, dan Jasmani/Kesehatan.

IPA dan IPS tak tercantum, tetapi akan diintegrasikan pada mata pelajaran yang ada, misalnya Bahasa Indonesia. Pengajaran Bahasa Indonesia secara tak langsung untuk mengenalkan siswa dengan konsep IPA atau IPS. ”Tentu akan ada uji publik kurikulum baru,” kata Musliar.

Saat ini pembahasan perubahan kurikulum masih dalam proses. November ini rencananya mulai dilokakaryakan. ”Akan ada penyederhanaan. Bisa isi, mata pelajaran, atau kompetensi dasar,” kata Khairil Anwar Notodiputro, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud.(kompas.com)

Di Rumah Sendiri, Bahasa Indonesia Tidak Populer

SUPERIOR QUANTUM - Pengamat bahasa dan kesusastraan Indonesia Eka Budianta menilai nasionalisme bangsa Indonesia sedang dalam posisi rendah, terutama berkaitan dengan rasa kebanggaan berbahasa nasional. Eka menyatakan, bahasa Indonesia kalah populer dari bahasa asing. Ironisnya, hal itu terjadi di rumah sendiri.

"Kita belum memakai bahasa dengan sungguh-sungguh sehingga dalam penggunaannya bahasa Indonesia pun mengalami pendangkalan bahasa," katanya seusai menghadiri acara Puncak Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia di kantor Badan Bahasa, Jakarta, Selasa (30/10/2012).

"Kita pernah melihat ada seorang tokoh masyarakat yang ketika itu memilih bahasa lain untuk mengungkapkan emosionalnya di hadapan publik. Dari sana kita tahu, sepertinya orang mulai beralih ke bahasa asing. Bahasa Indonesia-nya hanya jadi artefak atau bahasa fosil?" ujar Eka mengkritisi ulah bangsa Indonesia yang belum menjunjung tinggi kebahasaan dalam negeri.

Padahal, menurut Eka, bahasa Indonesia lebih memadai untuk menyampaikan pesan bahasa yang lebih tertata dan sopan santun. Hanya saja, dalam penggunaannya, para penutur belum sepenuhnya menjiwai bahasa.

"Harus ditemukan orang-orang yang lebih mengutamakan pemikirannya daripada sekadar berbahasa tanpa isi alias basa basi. Harus ada ruh dan ketulusan hati sehingga bahasa kita bisa lebih hidup. Kita harus menjelajahi jiwa itu untuk menemukan bahasa yang menjangkau sejarah bangsa, etnologi, dan kekayaan Indonesia," tutur Eka lagi.

Pendangkalan bahasa
Penerima penghargaan sastra dengan karya menggugah untuk novel Langit Pilihan pada Bulan Bahasa dan Sastra 2012 dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu pun tidak menginginkan penggunaan bahasa Indonesia menjadi kurang bermakna karena hilangnya kekayaan kosakata bahasa.

"Ini juga pendangkalan bahasa, misal hilangnya kosakata, pantai utara yang kini menjadi pantura, kemudian Otto Iskandar Dinata ke mana setelah ada Otista? Lalu, kalau kita mau menyatakan cinta kepada seseorang lewat bahasa, kita cuma bisa bilang apa selain 'I Love You' ? Padahal, bahasa kita itu lebih kaya," ujar Eka lagi.

Ia menambahkan, lewat kekayaan bahasa, kita dapat menemukan ungkapan yang lebih emosional. Mengutip karya Sapardi Djoko Damono yang mampu membahasakan cintanya "dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu" atau "dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada", maka orang lain tidak akan kabur ke bahasa lainnya.

"Saya contohkan yang lainnya, misal ada berita laporan wisata soal candi, para penyaji berita itu bicara sana sini tidak bermakna, tidak ada pemindahan nilai dari sejarah candi, fungsi candi, dan manfaat lain yang menunjang ilmu pengetahuan kita," katanya.

Dikatakannya pula, bahasa Indonesia akan lebih baik dan maju lagi bila ada penghargaan untuk para penutur bahasa yang baik, serta sosialisasi bahasa kepada masyarakat sehingga bahasa Indonesia dapat dipikirkan bersama banyak warga, bukan orang-orang tertentu saja.

"Di Jepang orang tidak peduli, siapa pun itu dia harus bisa bahasa mereka. Agak feodal, tapi itu baik bahwa mereka menunjung bahasanya sendiri. Ada penghargaan lho bagi penutur bahasa yang baik, misal gajinya akan lebih tinggi, jabatannya juga naik. Nah di Indonesia, justru kebalikannya, kita dihargai kalau bisa bahasa luar negeri. Bahasa kita jatuh di bawah, sayang sekali bukan?" tuturnya kemudian.

Ia berharap, semakin banyak orang yang peduli terhadap bahasa, maka semakin tinggi derajat bahasa nasional.

"Kita belum mampu membanggakan bahasa sendiri, tahunya yang bagus itu yang impor, padahal bahasa Indonesia itu kaya. Coba kita punya pusat budaya Indonesia, biar orang tahu, bahasa kita itu benar-benar dipikirkan," tandasnya.(kompas.com)

Penting, Pendidikan Wirausaha Dikenalkan Sejak Dini

 http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/19/1841427620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Pendidikan kewirausahaan perlu diberikan kepada anak-anak. Dengan demikian, pengembangan kemampuan berwirausaha bisa dimulai sejak dini untuk menciptakan generasi muda yang mandiri.

Marketing and Customer Director Prasetiya Mulya Businees School, Iwan Kahfi, mengatakan, dalam perkembangannya selama 30 tahun, Sekolah Bisnis Prasetiya Mulya menyadari bahwa pengembangan dunia wirausaha melalui pendidikan ke sekolah-sekolah perlu diupayakan agar anak-anak muda nantinya dapat menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.

"Kami berharap kontribusi Prasetiya Mulya dalam menghasilkan pengusaha muda bisa terus membantu roda perekonomian di Indonesia," kata Iwan saat membuka acara Media Gathering di FX Lifestyle Centre, Senayan, Jakarta, Jumat (19/10/2012).

Tim sudah mengunjungi sekitar lima sekolah untuk mengampanyekan pendidikan kewirausahaan di kalangan siswa sekolah menengah atas di tiga daerah di Jawa. Pengembangan pendidikan kewirausahaan, termasuk untuk anak-anak dan remaja, dikembangkan lebih lanjut melalui kompetisi menulis tentang pengembangan wirausaha bagi para jurnalis dan masyarakat umum. Kompetisi menulis tentang kontribusi pendidikan kewirausahaan ini dibagi menjadi dua, yaitu kompetisi blogging  untuk kalangan masyarakat umum dan kompetisi menulis untuk para jurnalis.

Melalui pendidikan kewirausahaan, Iwan berharap pergerakan roda ekonomi Indonesia bisa terus berjalan dengan baik dengan munculnya orang-orang yang siap bersaing di dunia bisnis.(kompas.com)