Tampilkan postingan dengan label Motifasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motifasi. Tampilkan semua postingan

Jangan Kelabakan, Atur Jadwal Membaca!

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/05/23/1314102620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Suatu waktu, Anda pasti akan ditugaskan untuk membaca sebuah buku di sebuah kelas. Umumnya, hal ini akan lebih sering terjadi seiring dengan waktu Anda bersiap-siap masuk universitas.

Siswa-siswi sering mengalami masalah ketika berhadapan dengan deadline untuk tugas membaca buku, karena seringkali mereka mulai lebih lama. Mereka lalu membaca dengan terburu-buru dan melewatkan banyak detail yang penting.

Sulit? Tentu saja sulit jika Anda diberikan tugas laporan membaca, tapi Anda melupakan untuk memiliki jadwal membaca sebelum memulainya. Untuk itu, beberapa saran di bawah ini perlu diikuti:

  • Teliti kembali berapa halaman dan bab yang Anda harus baca
  • Susun berapa halaman yang harus Anda baca setiap minggu
  • Atur jadwal pengingat pada telepon genggam Anda atau di buku jadwal.
  • Ingatlah selalu, ketika Anda membaca sedikit-sedikit, Anda akan dapat lebih memahami buku tersebut ketika "melahapnya" sekaligus.

Alasan Kamu Tak Boleh Membenci PR

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/08/22/1412495620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Apakah kamu membutuhkan motivasi untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR)? Karena terkadang, kita semua membutuhkan sedikit dukungan saat akan menyelesaikan pekerjaan itu.

Permasalahan motivasi mengerjakan PR di atas telah dikemukakan oleh para siswa, dan berguna untuk menemukan solusi untuk perkataan kamu yang secara normal mengatakan, "Terkadang saya tidak melihat pentingnya pekerjaan rumah. Maksud saya, saya tidak mendapatkan poinnya. Jadi, saya tidak suka melakukan itu".

Maka, saat merasa PR tidak berguna, kamu dapat menemukan inspirasi dalam tips ini, yaitu berusaha mendapatkan perspektif!

Kamu mungkin pernah mendengarkan perkataan lama, "Saya tidak akan menggunakan pengetahuan ini dalam kehidupan sesungguhnya". Maka, inilah waktunya untuk menetapkan bahwa itu semuanya salah.

Ya, ketika kamu merasa bahwa PR itu sebuah hal yang membosankan, mungkin kamu harus memikirkan alasan kamu mengerjakan PR itu sendiri. Meskipun terlihat sulit, semua PR yang kamu kerjakan sebenarnya penting.

Sesungguhnya, PR akan benar-benar berguna sebagai pondasi dan landasan untuk masa depan kamu. Saat ini, mungkin kamu sedang dipaksa untuk mempelajari hal yang tidak terlalu menarik, terlihat dan terasa tidak adil, atau bahkan terkesan kejam. Tetapi, itu benar-benar penting dan dibutuhkan.

Lho, terkesan tidak adil dan bahkan kejam kok dibilang penting dan dibutuhkan? Kenapa?

Sebuah pondasi yang kuat harus terdiri dari campuran bahan yang bagus. Kamu lihat, kamu mungkin tidak percaya jika kamu membutuhkan keahlian Aljabar pada kehidupan mendatang. Tetapi, Aljabar menetapkan tahapan pada pemahaman prinsip-prinsip sains, ekonomi dan bisnis.

Hal tersebut juga berlaku pada pelajaran bahasa asing. Kamu akan sangat membutuhkan keahlian tersebut dalam perkuliahan dan sebagai bekal menuju kesuksesan di masa depan.

"Saya menyukai pelajaran itu, dan saya benci pelajaran lainnya!". Harusnya, itulah yang kamu katakan saat kamu mulai membuka-buka buku PR kamu.

Memotivasi Anak Belajar

Motivasi belajar setiap orang, satu dengan yang lainnya, bisa jadi tidak sama. Biasanya, hal itu bergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan. Misalnya, seorang anak mau belajar dan mengejar rangking pertama karena diiming-imingi akan dibelikan sepeda oleh orangtuanya.

Apa saja, sih, faktor-faktor yang membedakan motivasi belajar seseorang dengan yang lainnya?

Beberapa faktor di bawah ini sedikit banyak memberikan penjelasan mengapa terjadi perbedaaan motivasi belajar pada diri masing-masing orang, di antaranya:

  • Perbedaan fisiologis (physiological needs), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
  • Perbedaan rasa aman (safety needs), baik secara mental, fisik, dan intelektual
  • Perbedaan kasih sayang atau afeksi (love needs) yang diterimanya
  • Perbedaan harga diri (self esteem needs). Contohnya prestise memiliki mobil atau rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.
  • Perbedaan aktualisasi diri (self actualization), tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.

Stimulus motivasi belajar

Terdapat 2 faktor yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar, yaitu:
  • Pertama, motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
  • Kedua, motivasi belajar dari faktor eksternal, yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.

Tips-tips meningkatkan motivasi belajar

Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi.

Yuk, ikuti tips-tips berikut untuk meningkatkan motivasi belajar kita:

  • Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
    Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.

    Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi.

    Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.
  • Belajar apapun
    Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.
  • Belajar dari internet
    Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.

    Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
    Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.

    Cari motivator
    Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahkan atau memotivasi Anda belajar dan meraih prestasi.

    "Resep sukses: Belajar ketika orang lain tidur, bekerja ketika orang lain bermalasan, dan bermimpi ketika orang lain berharap." --William A. Ward