Tampilkan postingan dengan label UAN SMP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UAN SMP. Tampilkan semua postingan

Soal-Soal UAN/UN 2013 Akan Dirubah

 http://assets.kompas.com/data/photo/2012/06/05/1403196620X310.JPG
SUPERIOR QUANTUM - Materi soal ujian nasional jenjang SMA/MA/SMK pada 2013 direncanakan berubah. Hal itu untuk mengikuti keinginan pemerintah mengintegrasikan hasil ujian nasional untuk seleksi masuk calon mahasiswa di perguruan tinggi negeri lewat jalur undangan.

Nantinya soal ujian nasional (UN) SMA/MA/SMK didesain untuk mengukur prestasi siswa di jenjang akhir pendidikan menengah sekaligus memprediksi potensi siswa di perguruan tinggi. Akhir September 2012, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beserta Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) ditargetkan punya format yang akan dibahas bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Indonesia.

”Pemerintah dan BSNP akan segera rapat membahas integrasi UN SMA/MA/SMK dengan seleksi perguruan tinggi. Kemungkinan ada perubahan soal UN yang sekaligus bisa untuk seleksi PTN,” kata Djemari Mardapi, anggota BSNP, di Jakarta, Rabu (12/9/2012).

Menurut dia, pengintegrasian UN dengan seleksi masuk PTN selama ini masih pro-kontra. Sebab, UN untuk mengukur prestasi siswa di sekolah, sedangkan seleksi PTN memprediksi potensi akademik dan keberhasilan calon mahasiswa selama kuliah.

”Kami sedang mencoba untuk mengintegrasikan kebutuhan mengevaluasi prestasi dan prediksi lewat pelaksanaan UN,” kata Djemari.

Jika terlaksana, anggaran pelaksanaan UN dan seleksi masuk PTN yang besar bisa diefektifkan. Namun, mutunya tetap sesuai kebutuhan dengan yang diinginkan pemerintah dan PTN.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, pemanfaatan hasil UN SMA/MA/SMK untuk masuk PT, khususnya PTN, harus dilaksanakan. Selama ini, hasil UN pada jenjang SD/MI dipakai dalam seleksi masuk SMP/MTs, sedangkan hasil UN SMP/MTs untuk SMA/MA/SMK. Namun, hasil UN SMA sederajat belum sepenuhnya diakui PTN karena dinilai belum valid akibat tingginya dugaan kecurangan.

”Kalau integrasi hasil UN ke seleksi masuk PTN terlaksana, beban siswa berkurang. Tidak hanya meringankan biaya, tetapi siswa tidak stres karena konsentrasi di UN sudah bisa dipakai untuk seleksi di PTN,” ujar Nuh.

Sementara itu, Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia Idrus Paturusi mengatakan, wacana integrasi hasil UN untuk seleksi PTN mulai diterima kalangan PTN. Namun, formatnya masih perlu dibahas.

”Bisa jadi dengan bobot persentase nilai UN dan nilai rapor,” kata Idrus, yang juga Rektor Universitas Hasanuddin, Makassar.

Kecurangan UN
Terkait dengan kecurangan UN, Nuh menjelaskan, pemerintah berupaya lebih untuk meminimalkan hal itu tahun depan. Caranya, membuat soal dalam 20 variasi atau lebih.

Ada juga rencana pemerintah menaikkan standar minimal kelulusan UN tahun 2013. Apalagi, kelulusan UN sudah mencapai 99 persen lebih.(kompas.com)

Fauzi Bowo: "Jangan Tengok Kanan-kiri"

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/04/25/0844132620X310.jpg
SUPERIOR QUANTUM - Di dalam kunjungannya ke SMPN 120 Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo kembali mengingatkan para siswa yang akan mengikuti ujian nasional (UN) untuk percaya kepada diri sendiri dan tidak melakukan perbuatan curang seperti mencontek. Dia juga memastikan bahwa tidak akan ada kebocoran soal terjadi pada pelaksanaan UN tahun ini.

"Percaya diri. Jangan percaya orang lain, jangan percaya bocoran, dan jangan tengok kanan-kiri. Kalau lihat pancaran sinar matanya saya yakin lulus semua," pesan Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, Senin (25/4/2011) di SMPN 102 Jakarta, Kamal Muara, Jakarta Utara.

Foke merasa yakin karena siswa sudah dibekali tambahan materi dan try-out sebanyak lima kali. "Sekarang yang keenam, semoga lulus!" ucap Foke.

Lebih lanjut Foke mengatakan, hingga kini tidak terjadi kebocoran soal dalam UN tingkat SMP dan yang sederajat. Karena itu, dia meminta siswa jangan mudah percaya apabila mendapat SMS bocoran jawaban.

"Kami sudah buktikan dari para pengawas. Mereka lakukan pengecekan dan tidak ada kelainan dalam distribusi soal," katanya.

Lia, salah satu siswi SMPN 120 Jakarta, mengatakan, di sekolahnya belum ada isu-isu bocoran jawaban. "Di sekolah lain memang isunya banyak. Namun, kami belum dapat di sini," ujar Lia.

Siswa lain pun sempat berkelakar, "Penginnya sih ada, tapi enggak dapat. Ha-ha-ha...."

Pelaksanaan UN tingkat SMP dan sederajat ini diikuti 135.196 siswa dari 1.229 sekolah. Jumlah itu terdiri atas 119.736 siswa SMP, 15.237 siswa madrasah tsanawiyah, dan 223 siswa SMP luar biasa.